Sebagai pencipta Lagu Borsak Sirumonggur, sebelum keberangkatan saya ke Dairi untuk memimpin langsung Lagu Borsak pada Pesta Ulang tahun BOSNA-DAIRI atas permintaan Panitia, saya telah meminta secara lisan kepada Pengurus Borsak Sirumonggur dalam sebuah pertemuan di Rawamangun Jakarta agar salah satu kata daerah dalam lagu tersebut boleh diganti secara fleksibel sehingga semua daerah parserakan pomparan Borsak Sirumonggur boleh memakai dan mencantumkan daerahnya pada kata itu. Setelah saya mengamati dengan seksama bahwa kata …Timur… adalah kata daerah yang tepat dirubah sesuai dengan daerah yang diperlukan. Sehingga dalam perayaan Ultah BOSNA DAIRI 2007 seluruh peserta kl. 14.000 orang di Stadion Merdeka Sidikalang menyanyikannya dengan mengganti kata Timur menjadi Dairi. Selengkapnya kalimat itu berbunyi: “Luat Pahae nang tu Timur” (lihat teks pada baris terakhir lagu resmi di atas) diganti menjadi “Luat Pahae nang Dairi”…. Maka, bila nama daerah Pomparan ni Ompui belum tertulis dalam teks lagu boleh diganti namun hanya kata Timur yang boleh diganti. Ada Pomparan ni Ompui dari Singapur tahun 2003 menelepon saya agar nama Sidikalang Dairi dicantumkan, dengan demikian sudah terjawab. Ada dari Pangkal Pinang meminta agar Nagasaribu dicantumkan, maka nyanyikanlah “Luat Pahae Nagasaribu….” Ketentuan selanjutnya dan ketetapannya semua berada di tangan Pengurus Borsak Sirumonggur dan Dewan Penasehat untuk mengaturnya, mengingat lagu ini sudah menjadi milik kita semua, milik Pengurus Borsak Jakarta.
Yang kedua, sewaktu saya jalan-jalan di kaki lima Kota Tarutung, saya menemukan bahwa lagu ini sudah dikopi dalam CD bersama lagu batak lainnya dan diperjualbelikan. Saya senang. Namun barangkali lebih baik bila ada semacam ijin produk dari Pengurus Borsak Jakarta sebagai pemilik lagu parsadaan itu. Mauliate, Sai horas ma, sai gabe ma.
Sebagai pencipta Lagu Borsak Sirumonggur, sebelum keberangkatan saya ke Dairi untuk memimpin langsung Lagu Borsak pada Pesta Ulang tahun BOSNA-DAIRI atas permintaan Panitia, saya telah meminta secara lisan kepada Pengurus Borsak Sirumonggur dalam sebuah pertemuan di Rawamangun Jakarta agar salah satu kata daerah dalam lagu tersebut boleh diganti secara fleksibel sehingga semua daerah parserakan pomparan Borsak Sirumonggur boleh memakai dan mencantumkan daerahnya pada kata itu. Setelah saya mengamati dengan seksama bahwa kata …Timur… adalah kata daerah yang tepat dirubah sesuai dengan daerah yang diperlukan. Sehingga dalam perayaan Ultah BOSNA DAIRI 2007 seluruh peserta kl. 14.000 orang di Stadion Merdeka Sidikalang menyanyikannya dengan mengganti kata Timur menjadi Dairi. Selengkapnya kalimat itu berbunyi: “Luat Pahae nang tu Timur” (lihat teks pada baris terakhir lagu resmi di atas) diganti menjadi “Luat Pahae nang Dairi”…. Maka, bila nama daerah Pomparan ni Ompui belum tertulis dalam teks lagu boleh diganti namun hanya kata Timur yang boleh diganti. Ada Pomparan ni Ompui dari Singapur tahun 2003 menelepon saya agar nama Sidikalang Dairi dicantumkan, dengan demikian sudah terjawab. Ada dari Pangkal Pinang meminta agar Nagasaribu dicantumkan, maka nyanyikanlah “Luat Pahae Nagasaribu….” Ketentuan selanjutnya dan ketetapannya semua berada di tangan Pengurus Borsak Sirumonggur dan Dewan Penasehat untuk mengaturnya, mengingat lagu ini sudah menjadi milik kita semua, milik Pengurus Borsak Jakarta.
Yang kedua, sewaktu saya jalan-jalan di kaki lima Kota Tarutung, saya menemukan bahwa lagu ini sudah dikopi dalam CD bersama lagu batak lainnya dan diperjualbelikan. Saya senang. Namun barangkali lebih baik bila ada semacam ijin produk dari Pengurus Borsak Jakarta sebagai pemilik lagu parsadaan itu. Mauliate, Sai horas ma, sai gabe ma.
Mantap.
Mungkin kita perlu daftarkan hak cipta lagu ini segera.
Horas
Admin